Mengenal Jenis-jenis Kayu untuk Kerajinan Tangan (Handmade)

loading...

AyoDesainRumah.com – Berbicara mengenai kerajinan  kayu yang ada di Indonesia, itu semua  tak terlepas dari peninggalan pada zaman dahulu yang meninggalkan berbagai peninggalan purbakala yang terbuat dari kayu. Pekembangan kerajinan kayu di Indonesia juga sangat pesat berbagai jenis kerajinan telah di hasilkan.  Di Indonesia sangat melimpah ketersediaan bahan baku kayu, di setiap daerah mempunyai kayu-kayu yang khas dan bisa di olah menjadi barang kerajinan dengan kualitas baik. Secara umum kayu yang digunakan untuk membuat suatu kerajinan adalah kayu mahoni, kayu jati, kayu pinus, dan banyak jenis kayu yang lain. Ada juga pengrajin yang menggunakan kayu bekas atau kayu sisa yang sudah tidak dipakai untuk di jadikan berbagai produk kerajinan. Nah kali ini kita akan membagi informasi seputar berbagai jenis-jenis kayu yang dapat cocok untuk dibuat kerajinan tangan  (handmade).

1. Kayu Jati (Teak)

22-kayu-jati

Kayu ini bisa dibilang rajanya kayu untuk urusan membuat produk handmade, terutama furnitur. Bagaimana tidak, secara penampilan, kayu ini memiliki tekstur dan serat yang indah sehingga membuat produk handmade yang dibuat dari kayu ini terlihat elegan dan dekoratif. Warnanya juga bervariasi, mulai dari coklat hingga putih kelabu, tergantung jenisnya.

Tapi keunggulannya tidak hanya di penampilan. Kayu jati juga sangat awet dan kuat, serta tahan dari cuaca, jamur, dan rayap berkat kandungan minyak yang ada di dalamnya. Tapi, meskipun kuat, kayu jati ini mudah dipotong dan diproses, sehingga sering dijadikan bahan untuk membuat produk handmade. Tidak heran, kayu jati atau produk yang terbuat dari kayu jati sangat diminati oleh masyarakat lokal dan juga internasional.

Sekarang ini, kayu jati paling banyak tumbuh di Jawa Tengah dan Timur yang memiliki iklim muson. Dan karena punya kualitas yang memang bagus, harga kayu jati juga termasuk tinggi. Di tahun 2013 saja, untuk yang berdiameter 16 sampai 19cm, satu log kayu jati dihargai sampai Rp 3 juta per kubiknya.

2. Kayu Mahoni (Mahagony)

22-kayu-mahoni

Kayu mahoni adalah jenis kayu kedua terbaik setelah kayu jati. Kayu ini memiliki serat yang halus serta mudah dipotong dan diproses, sehingga cocok untuk dijadikan bahan untuk membuat produk handmade. Kekuatan dan keawetan kayu ini juga cukup bagus, meskipun memang tidak sebagus kayu jati. Tapi, tidak seperti kayu jati, kayu mahoni ini rawan terserang rayap, serta tidak tahan terhadap cuaca dan tanah. Jadi, kamu sebaiknya tidak menggunakan kayu ini untuk membuat produk yang akan ditempatkan di luar ruangan. Selain itu, ketika ingin membeli kayu ini, kamu juga sebaiknya memilih kayunya secara hati-hati.

Mahoni tumbuh di dataran rendah dengan iklim panas dan di Indonesia banyak tumbuh di daerah Jawa. Warna batangnya yang sudah tua adalah cokelat kemerahan. Lalu, untuk harga, kayu ini lebih murah dari kayu jati, yaitu Rp 600.000 per meter kubik untuk log dengan diameter 16 hingga 19 cm (per tahun 2013).

3. Kayu Sonokeling (Rosewood)

22-kayu-sonokeling

Kayu sonokeling juga termasuk kayu yang kuat dan awet seperti kayu jati. Serat dan tesktur kayunya juga indah sehingga bisa membuat benda yang dibuat dari kayu ini terlihat mewah dan menarik. Tapi, satu hal yang membuat kayu ini sangat unik adalah warna alaminya yang hitam keunguan. Satu-satunya kekurangannya adalah, pada bagian gubal (atau bagian pinggirnya), kayu ini rentan diserang rayap atau serangga perusak lainnya. Jadi, keika kamu ingin menggunakan kayu sonokeling, pastikan kamu tidak menggunakan bagian gubal atau pinggirnya.

Dulunya, kayu ini harganya lebih murah daripada kayu jati dan cukup terjangkau. Tapi, seiring waktu, kayu sonokeling ini semkain lama semakin mahal. Kami tidak bisa mendapat harga pastinya, tapi sebagai perkiraan, harga kayu ini kurang lebih sudah sama dengan harga kayu jati, bahkan mungkin sudah lebih mahal.

4. Kayu Akasia (acacia)

22-kayu-akasia

Secara penampilan, kayu akasia mirip dengan kayu jati, yaitu memiliki warna cokelat serta serat yang cukup menarik dan mudah diproses. Bedanya, tekstur kayu jati sedikit lebih halus daripada kayu akasia. Untuk urusan keawetan, kayu akasia masih kalah jauh daripada kayu jati, serta rawan akan serangan jamur dan rayap atau serangga perusak. Kayu akasia juga lebih berat karena lebih keras dibandingkan kayu jati serta memiliki bau pesing yang tentunya tidak enak.

Meskipun mirip, harga kayu akasia jauh lebih murah daripada kayu jati. Satu log kayu akasia dengan ketebalan 16 hingga 19cm memiliki harga Rp 1,2 juta.

5. Kayu Trembesi (suar)

22-kayu-trembesi

Kayu yang juga disebut sebagai kayu suar ini merupakan kayu khas daerah tropis dan bisa tumbuh dengan cepat dan di mana saja di pelosok Indonesia. Warnanya juga menarik, yaitu cokelat gelap di bagian tengah, dan putih di bagian pinggirnya. Karena warna unik ini, kayu trembesi biasanya digunakan untuk membuat meja.

Tapi, untuk urusan keawetan dan kekuatan, kayu trembesi masih kalah jauh dibandingkan kayu-kayu lain yang disebutkan di atas. Untuk satu log yang diameternya 40cm, kayu trembesi memiliki harga Rp 1,8 juta.

Itu dia jenis-jenis kayu yang cocok untuk dijadikan berbagai macam kerajinan tangan (handmade)  . Informasi tersebut dapat dijadikan pertimbangan bagi anda yang  akan berkreasi dan bermain-main dengan berbagai hasil kerajinan tangan handmade dari kayu. Selamat mecoba!

 

Sumber Gambar ; (google.com)

loading...
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *